#Post Title #Post Title #Post Title
Sabtu, 25 Oktober 2014

Remote Server - Client Menggunakan SSH di Debian Server



ADMINISTRASI SERVER

Meremote Server – Client Menggunakan
Secure Shell (SSH)


Laporan yang saya buat ini adalah tentang cara meremote Server- Client menggunakan SSH. SSH adalah Suatu protokol yang memfasilitasi sistem komunikasi yang aman untuk dua sistem yaitu Client dan Server. Kali ini saya meremote Server menggunakan SSH karena tingkat keamanan yang diberikan oleh paket SSH ini sangat tinggi, karena prosesnya menggunakan enkripsi data 128 bit. Jika menggunakan SSH, saat Client mengirimkan autentifikasi ke Server menggunakan enkripsi 128 bit yang sulit dibaca tanpa mengetahui kode enkripsi tersebut.


Remote Server kali ini menggunakan dimana Debian 7.2 sebagai Server dan Microsoft Windows 7 sebagai Clientnya. Setelah instalasi debian selesai, jangan lupa kita ubah settingan networknya menjadi Bridge Adapter dengan Promiscuous Mode adalah Allow All. Kenapa kita pilih Allow All ? Agar semua Client dapat mengaksesnya / agar tidak terlalu sulit mengkonfigurasinya. Lalu tekan OK.

Nah, setelah kita ubah settingannya, lalu kita masuk ke root dan masukkan password yang telah kita buat sebelumnya. Lalu masuk ke file interfaces untuk mengubah ip servernya menggunakan perintah # nano /etc/network/interfaces lalu tekan enter.


Setelah itu kita ubah ip serverny, disini kita coba memakai ip 192.168.1.120 dan ikuti sintaks yang ada. Jika sudah, kita keluar dengan menekan secara bersamaan CTRL+X > Y > ENTER.


Jika semua settingan ipnya selesai, lalu restart Debian Servernya menggunakan perintah /etc/init.d/networking restart.


Jika sudah, lalu kita mulai menginstal paket SSH di Debian Server dengan mengetikkan perintah  # apt-get install ssh –y.


Sebenarnya, sebelum kita menginstall paket SSH di Debian kita harus menginstall atau memasukkan cd genericnya terlebih dahulu, tapi karena disini sayasudah menginstall nya jadi langsung install paket SSH nya saja. Jika kalian belum mengerti cara memasukkan cd genericnya bisa menggunakan perintah # apt-cdrom add, dalam proses penginstalan genericnya pasti kalian akan dimintai memasukan iso cdnya dari 1-3 cd generic. Jika cd sudah terinstall semua , kita lihat di perintah # nano /etc/apt/sources.list. tampilannya akanseperti dibawah ini.


Setelah semua settingan pada Debian Server telah selesai, saatnya kita beralih ke Windows7 Client. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah klik kanan  pada ikon jaringan yang terdapat di pojok kanan bawah dekstop windows 7. Pilih Open Network And Sharing Center, lalu pilih VirtualBox Host-Only Network.


Lalu pilih Properties > TCP/IPv4. Lalu kita buat ip untuk si Clientnya , disini kita pakai ip 54dan masukkan default gatewaynya yaitu ip server  Debian yang telah kita buat tadi.



Lalu kita buka putty.exe yang sudah terinstal di clientnya. Kita klik RUN.


Setelah tampil gambar seperti ini, masukkan ip address dari si Debian Server yang telah kita buat tadi yaitu ipnya 192.168.1.120 dan masukkan port ssh,disini kita memakai port 22. Jika sudah klik Open lalu Yes.


          Seperti inilah tampilan remote SSH kita menggunakan Putty.exe. Disini kita masuk ke Root , lalu masukkan password Debian Server tadi.






Mengganti Banner SSH pada Putty.exe.

          Pertama kita akan mengganti banner pada OpenSSH. Kita ketikkan perintah # nano/etc/ssh/sshd_config lalu tekan enter.


          Untuk bisa mengganti banner pada Putty, hapus tanda # pada file Banner /etc/issue.net. Gunanya, untuk mengaktifkan banner, jika ada tanda # itu tandanya file itu masih disable jadi kita unable dulu untuk mengaktifkannya. Jika sudah tekan secara bersamaan tombol CTRL+X lalu Save.


Lalu kita edit banner nya di # nano /etc/issue.net.


Disini kita mengganti banner nya bebas, sesuka kita saja. Nah, disini saya mengganti bannernya seperti gambar dibawah ini. Jika sudah tekan CTRL+X lalu Save.


Jika sudah, kita restart terlebih dahulu agar putty memprosesnya dengan baik. Ketikkan perintah # /etc/init.d/ssh/restart.


          Lalu kita coba keluar dari Putty.exe nya, ketikkan perintah EXIT.


          Jika sudah, kita buka Putty.exe nya maka tampilan banner yang telah kita ubah tadi seperti ini.






Mengubah Port SSH pada Putty.exe.

Lalu kita ganti portnya, menggunakan perintah # nano /etc/ssh/sshd_config. Kita cari baris Port 22 lalu kita ubah menjadi Port 220. Jika sudah kita keluar lalu save.


Lalu kita restart Putty.exenya. caranya masih sama seperti yang tadi.


          Lalu kita EXIT lagi.


          Jika sudah ,kita buka Putty.exe lagi. Tetapi tidak memakai Port 22 lagi, karena sudah diganti jadi kita memakai Port 220.






Membatasi Hak Ases User ketika Login

          Terlebih dahulu kita membuat user yang ingin kita batasi saat login. Disini saya membuat user Kawaii, ketikkan perintah # adduser kawaii. Lalu masukkan password untuk si User tersebut, jika sudah terbuat lalu kita keluar lagi pada Putty.exe.


          Lalu kita masuk ke file limits dengan mengetikkan perintah # nano /etc/security/limits.conf.


          Tambahkan pada bagian bawah sintaks nama user yang kita buat tadi yaitu Kawaii dengan Maxlogin nya adalah 1.


Setelah itu Restart lalu Exit.


Jika sudah kita buka lagi Putty.exe dengan User Kawaii.


Maka tampilannya akan seperti ini.





Finishh~~~~~ Jangan lupa post kan komentar kalian untuk menjunjung kesopanan kalian dalam beretika.. Terima Kasih ^^
[ Read More ]
Minggu, 07 September 2014

Management User, Network, dan Repository


Management User

  • Menambahkan management user


Sebelum kita menambahkan management user,terlebih dahulu kita masuk ke root dengan menggunakan perintah $ su dan memasukkan password kita. Setelah itu ketik perintah # adduser (nama user). Lalu kita cek apakah berhasil atau tidak dengan menggunakan perintah # dir /home.



cara lain
Selain dengan perintah # adduser,cara untuk menambahkan user baru bisa juga digunakan perintah # useradd (namauser). Setelah itu cek user yang telah kita buat tadi dengan mengetikkan perintah # dir /home.





Perbedaan antara # adduser dengan # useradd adalah :
·        # adduser :
a.    Menciptakan user dengan melakukan setting password terlebih dahulu.
b.    Menciptakan user serta home direktorinya.
c.    Menciptakan user dengan memberikan keterangan lengkap si user tersebut.
·         # useradd :
a.    Menciptakan user tanpa mengeset password.
b.    Menciptakan user tanpa ada home dirktorinya.
c.    Menciptakan user tanpa memberikan keterangan lengkap mengenai user tersebut.



Management Grup

  •   Menambahkan atau membuat grup baru


Perintah untuk menambahkan atau membuat grup baru adalah # groupadd (nama grup).


  •  Melihat grup yang sudah dibuat

Untuk melihat grup baru berhasil dibuat atau tidak dengan menggunakan perintah # cat /etc/group.


  •   Menambahkan user ke grup

Untuk menambahkan user ke sebuah grup menggunakan perintah # usermod –G (nama user yg ingin dimasukkan).


Untuk melihat apakah user telah berhasil dimasukkka ke grup atau tidak dengan menggunakan perintah # cat /etc/group.





Management Network

  • .    Konfigurasi Network

Saat kita ingin mengkonfigurasi ip pc kita, kita ubah melalui nano dengan menggunakan perintah # nano /etc/network/interfaces.


  • .     Setelah itu cek dengan menggunakan perintah # ifconfig.






Konfigurasi IP Menggunakan IP Addshow

  • .    Konfigurasi ip menggunakan perintah ip add show.






Setting IP Static

  • .    Setting IP static.

Sebelum kita mensetting ip static, kita masuk dulu ke root dengan mengetikkan perintah $ su. Setelah kita masuk ke root lalu masuk ke nano dengan menggunakan perintah # nano /etc/network/interfaces lalu tekan enter.


 Lalu kita ubah atau ketik ip yang kita mau. Setelah itu keluar dan simpan (ctrl+X dan simpan).


Setelah itu restart virtualnya menggunakan perintah # /etc/init.d/networking restart.


Jika ingin melihat ip yang telah diubah tadi menggunakan perintah # ifconfig.


Atau juga bisa menggunakan perintah # ip a.


Jika ingin melihat apakah ip gateway nya sudah ada atau belum menggunakan perintah # route.






Management Repository

  • Memperbaharui management repository menggunakan perintah # nano /etc/apt/sources.list. Tetapi jangan lupa, masuk ke root terlebih dahulu.




  • Untuk melihat dan mengubah repository yang telah ada menggunakan perintah # nano /etc/fstab.




  • Setelah itu ubah dvd yang ingin kita gunakan untuk memperbaharui repositorynya. Dengan mengklik ikon cd di bawah kanan tampilan v-box.  




  • Jika belum ada, tambahkan dengan mengklik “choose virtual CD/DVD disk file..”. Setelah itu pilih file iso yang ingin kita pergunakan untuk memperbaharuinya.



  • Jika sudah ada, langsung pilih file isonya.



  • Setelah settingannya telah dibuat, lalu tambahkan menggunakan perintah # apt-cdrom add. Lalu tunggu ,dan pembaharuan repository telah selesai.











Finishh~~~~~ Jangan lupa post kan komentar kalian untuk menjunjung kesopanan kalian dalam beretika.. Terima Kasih ^^

[ Read More ]
Minggu, 24 November 2013

IP PRIVATE dan IP PUBLIC

IP PUBLIC dan IP PRIVATE


Pengertian IP Public dan IP Private

a. IP Public
IP Public adalah IP address yang telah ditetapkan oleh InterNIC  dan berisi beberapa buah network ID yang dijamin unik yang digunakan untuk lingkup internet, host yang menggunakan IP public dapat diakses oleh seluruh user yang tergabung diinternet baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui proxy/NAT). IP Addressing juga dikelompokkan berdasarkan negara, Indonesia umumnya dimulai dengan kepala 202 & 203. Contoh : P Public adalah akses Speedy modem yang merupakan IP Public 125.126.0.1

b. IP Private
IP Private adalah IP address yang digunkan untuk lingkup intranet, host yang menggunakan IP Private hanya bisa diakses di linkup intranet saja.  Contoh : IP private akses di LAN modem menggunakan IP Private 192.168.1.1


Perbedaan IP Private dan IP Public

a. IP Public
Sebuah alamat IP Public yang ditugaskan untuk setiap komputer yang terhubung pada internet dimana setiap IP adalah unik. Maka akan tidak bisa ada dua komputer dengan alamat IP Public yang sama dalam seluruh Internet. Skema pengalamatan memungkinkan komputer untuk “menemukan satu sama lain” dan melakukan pertukaran informasi. Pengguna tidak memiliki kontrol atas alamat IP (Public) yang diberikan ke komputer. Alamat IP Public ditugaskan untuk komputer oleh Internet Service Provider secara langsung setelah komputer terhubung ke gateway Internet.
Sebuah alamat IP Public dapat berupa statis atau dinamis. Sebuah alamat IP public static tidak dapat berubah dan digunakan terutama untuk hosting halaman Web atau layanan di Internet. Di sisi lain sebuah alamat IP Public yang dinamis dipilih dari sebuah pool yang tersedia pada alamat dan perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk menghubungkan ke Internet. Sebagian besar pengguna internet hanya akan memiliki IP dinamis yang bertugas untuk setiap komputer. Ketika terjadi disconnetted atau jaringan terputus apabila menghubungkannya kembali maka otomatis akan mendapat IP baru.

b. IP Private
Sebuah alamat IP dianggap pribadi jika nomor IP termasuk dalam salah satu rentang alamat IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN). Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereservd tiga blok berikut ruang alamat 

IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal) :
~  Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
~  Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
~  Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255
~  Kelas D : 224.0.0.0 – 239.255.255.255
~  Kelas E : 24-.0.0.0 – 255.255.255.255

Alamat IP  Private/Pribadi yang digunakan untuk penomoran komputer dalam jaringan pribadi termasuk rumah, sekolah dan LAN bisnis di bandara dan hotel yang memungkinkan komputer dalam jaringan untuk berkomunikasi satu sama lain. Katakanlah misalnya, jika jaringan X terdiri dari 10 komputer masing-masing dapat diberikan IP mulai dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.10. Berbeda dengan IP publik, administrator jaringan pribadi bebas untuk menetapkan alamat IP dari pilihannya sendiri (disediakan nomor IP  pada kisaran alamat IP pribadi seperti yang disebutkan di atas).
Perangkat dengan alamat IP private tidak dapat terhubung langsung ke Internet. Demikian juga, komputer di luar jaringan lokal tidak dapat terhubung langsung ke perangkat dengan IP pribadi. Hal ini dimungkinkan untuk menghubungkan dua jaringan pribadi dengan bantuan router atau perangkat serupa yang mendukung Network Address Translation.
Jika jaringan pribadi yang terhubung ke Internet (melalui koneksi Internet melalui ISP) maka setiap komputer akan memiliki IP swasta maupun IP publik. Private IP dipakai untuk komunikasi dalam jaringan dimana IP publik digunakan untuk komunikasi melalui Internet. Kebanyakan pengguna internet dengan koneksi DSL / ADSL akan memiliki Ip seperti IP publik.




Finishh~~~~~ Jangan lupa post kan komentar kalian untuk menjunjung kesopanan kalian dalam beretika.. Terima Kasih ^^
[ Read More ]

Kekurangan dan Kelebihan File System

Kekurangan dan Kelebihan File System

NTFS (New Technology File System)
Sistem file NTFSdiperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari Windows FT.Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika kita melakukan upgrade dari Windows 9X ke Windows XP maka kita akan ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS, tetapi sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk.

Sayangnya sistem file NTFS tidak bisa menutupi kelemahan FAT32 dalam masalah kompatibelitas dengan sistem operasi yang lain sehingga disarankan bila kita menggunakan 2 sistem operasi yang berbeda dalam 1 komputer maka kita diharapkan untuk selalu menyediakan satu partisi dengan sisten file FAT sebagai tempat menyimpan data recovery. Namun dengan fitur recovery yang ditawarkan/termasuk di dalam sistem operasi Windows XP, saya rasa pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang mubazir.


FAT (File Allocation Table)
Sistem berkas FAT atau FAT File System adalah sebuah sistem berkas menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara diriya beroperasi. Untuk penyingkatan, umumnya orang menyebut Sistem Berkas FAT sebagai FATsaja. Kata FAT jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi Tabel Alokasi Berkas. Arsitektur FAT sekarang banyak digunakan secara luas dalam sitem komputer dan kartu-kartu memori yang digunakan dalam kamera igital atau pemutar media portable.
FAT pertama kali dikembangkan oleh Bill Gates dan Marc Donald, pada tahun 1976-1977. Sistem berkas ini merupakan sistem berkas utama untuk sistem operasi yang ada saat itu, termasuk di antaranya adalah Digital Research Disk Operating System (DR-DOS), OpenDOS, MS-DOS, IBM OS/2 (versi 1.1, sebelum berpndah ke sistem HPFS), dan Microsoft Windows (hingga Windows Me). Untuk disket floopy, FAT telah distandarisasikan sebagai ECMA-107 dan ISO/IEC 9293. Standar-standar tersebut hanya mencakup FAT12 dan FAT16 tanpa dukungan nama berkas panjang, karena memang beberapa bagian dalam standar nama file panjang di dalam sistem berkas FAT telah dipatenkan.

Kekurangan FAT :
1.     Kurangnya ruang penyimpanan. Tidak ada tambahan program atau file terutama bagi yang menggunakan sistem dengan Windows95 dan mempunyai harddisk melebihi 512MB.
2.     Tidak efektif. Ukuran cluster yang besar menyebabkan terjadinya pemborosan.
3.     Tidak efisien dalam susunan file dan meminta user sering melakukan Defrag agar mendapatkan cluster sebelumnya yang tidak terpakai sepenuhnya.
4.     Ukuran maksimum disk yang dapat disokong FAT16 dalam satu hard adalah 2GB.


Extended File System (EXT)
Versi mLinux yang pertama berbasis pada file sistem Minix. Setelah Linux semakin berkembang, Extended File System(Ext FS) diperkenalkan. Ada beberapa perubahan signifikan tetapi kinerjanya masih kurang memuaskan. Pada tahun 1994 Second Extended Filesystem (Ext2) diperkenalkan. Di samping adanya beberapa fitur  baru, Ext2 sangat efisien, handal dan fleksibel sehingga menjadi file sistem Linux yang paling banyak digunakan.

Kehandalan Second Extended File System Ext2FS
  • Administrator sistem dapat memilih ukuran blok yang optimal (dari 1024 sampai 4096 bytes), tergantung dari panjang file rata-rata, saat membuat file sistem.
  • Administrator dapat memilih banyak inode dalam setiap partisi saat membuat file sistem.
  • Strategi update yang aman dapat meminimalisasi dari system crash.
  • Mendukung pengecekan kekonsistensian otomatis saat booting.
  • Mendukung file immutable (file yang tidak dapat dimodifikasi)dan append-only (file yang isinya hanya dapat ditambahkan pada akhir file tersebut).

Journaled File System (JFS)                                                                          
JFS – IBM Journal FileSystem- Merupakan filesystem pertama yang menawarkan journaling. JFS sudah bertahun-tahun digunakan dalam IBM AIX ® OS sebelum digunakan ke GNU / Linux. JFS saat ini menggunakan sumber daya CPU paling sedikit dibandingkan filesystem GNU / Linux yang lain. Sangat cepat di format, mounting dan fsck, dan memiliki kinerja sangat baik, terutama berkaitan dengan deadline I / O scheduler. (Lihat JFS.) Tidak didukung seluas ext atau ReiserFS, tapi sangat matang dan stabil



Finishh~~~~~ Jangan lupa post kan komentar kalian untuk menjunjung kesopanan kalian dalam beretika.. Terima Kasih ^^
[ Read More ]